BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS �

gfu

Sabtu, 14 Agustus 2010

perawatan pc

Dalam pembuatan modul ini semogga adapat d amal kan dan di praktikan oleh para pengguna
Cara Merawat Komputer atau Tips Perawatan Komputer, khususnya CPU biasanya hanya akan dilakukan setelah terjadi keluhan atau kerusakan. Kayaknya hal ini kurang tepat. Dalam pemakaiannya seharusnya dilakukan perawatan komputer secara berkala baik pada CPU maupun monitor. Sebenarnya ada beberapa hal mendasar yang sering kita lupakan kaitannya dengan cara merawat komputer atau tips perawatan komputer atau PC, yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada komputer.
Pertama dilihat dari sudut Hardware :
1. Konsentrasi debu yang menempel pada perangkat di dalam CPU maupun Monitor. Khususnya pada komputer (PC) yang ditempatkan di ruang terbuka. Konsentrasi debu tinggi akan menyebabkan koneksi pada soket peripheral terganggu. Selain itu pada saat musim penghujan atau suhu lembab debu akan menyerap uap air dan bersifat seperti konduktor yang dapat menghubung singkat (konsleting). Selain itu juga mengakibatkan lapisan isolator pada PCB terkelupas sehingga menyebabkan korosi pada jalur tembaga. Kalau ini terjadi, maka perawatan komputer akan lebih sulit karena tidak ada cara lagi selain mengganti peripheral….
2. Pendinginan. Pada beberapa jenis komputer khususnya komputer jadul memiliki suhu prosessor yang cukup tinggi namun memiliki cara pendinginan yang saya rasa masih kurang
3. Space Harddisk yang tidak proporsional. Harddisk ukuran 80GB tentunya tidak proporsional kalau hanya ada 2 partisi masing-masing 40GB C dan D. Padahal pemakaian System C tidak lebih dari 10 GB.
4. Pemasangan peripheral yang kurang pas atau kurang kokoh. Biasanya ini sering terjadi pada PC rakitan lokal. Sering cara pemasangan Motherboard atau peripheral lainnya dengan sekrup yang tidak lengkap atau kurang kencang. Ini yang sering terlewatkan dalam cara merawat atau tips perawatan komputer. Hal ini bisa berakibat fatal
5. Cara pemasangan soket yang kurang nancap… maksudnya kurang mantap… atau kurang mak sleeppp…. wkwkwkwk…. ini juga bisa berakibat fatal…
6. Kondisi Power Suply. Ini sering lolos perhatian saat kita merawat komputer. Pada pemakaian yang sudah lama, kebanyakan power suply akan mengalami retak-retak pada solderan komponennya.
7. Kapasitas Daya Power Supply yang kurang memadai
8. Tidak Menggunakan Stavolt. Banyak orang yang meremehkan penggunaan stavolt maupun pemilihan jenis dan kualitas stavolt
9. Suhu ruangan. Suhu ruangan ideal untuk PC sekitar 19 derajat Celcius
10. Listrik yang sering drop/mati atau kurang daya. Hal ini akan menyebabkan komputer mati secara mendadak tanpa proses Shutdown
11. Kondisi fisik solderan, ini khusus pada Monitor. Kebanyakan kerusakan monitor disebabkan oleh solderan yang retak atau lepas akibat usia dan panas yang ditimbulkan selama pemakaian. Ini juga yang hampir pasti terlewatkan dalam cara merawat komputer atau tips perawatan komputer atau PC
Kedua dilihat dari sudut Software :
1. Tidak sesuainya OS, Aplikasi dan volume data dengan spesifikasi Komputer yang digunakan.
2. Sering menggunakan komputer untuk game-game kelas berat… wah2… kayak tinju saja….. wkwkwkwkwk……. Menjalankan game pada PC akan banyak menghasilkan space-space Fragment dan file-file temporary yang memperlambat kinerja komputer
3. Virus. Adanya virus dapat menyebabkan lambatnya akses pada komputer dan rusaknya system atau data. Bahkan dalam kondisi ekstrim dapat menyebabkan komputer macet/hang. Kalau sudah macet tidak ada cara lain selain menekan tombol Restart pada CPU. Apabila ini sering terjadi otomatis CPU sering mati tanpa proses ShutDown yang berarti akan memperpendek umur komputer khususnya Harddisk. Biasanya virus ditularkan melalui Flashdisk dan Internet bagi PC yang sering terkoneksi Internet. Selain itu tips pemilihan anti virus yang kurang tepat juga dapat mempengaruhi kinerja komputer.
Dengan mengetahui hal-hal di atas maka untuk mengantisipasinya perlu dilakukan cara merawat komputer atau tips perawatan komputer atau PC secara total sebagai berikut :
1. Bersihkan debu yang menempel pada motherboard dan peripheral lain di bagian dalam CPU dengan kuas cat ukuran sedang dan kecil untuk sudut dan celah-celah yang sempit. Lakukan juga pada Power Suply dengan cara membuka casing/box power suply terlebih dahulu dan perhatikan solderan-solderannya apakah perlu dilakukan penyolderan ulang….
2. Gunakan udara bertekanan tinggi (kompressor) supaya peripheral benar-benar bersih dari debu. Atau cukup dengan Hair Dryer (pengering rambut). Tapi ingat atur pada suhu rendah supaya peripheral tidak meleleh… kwkwkwkkwkwk
3. Lepas dan pasang kembali soket-soket peripheral. Hal ini untuk menjamin koneksi yang sempurna pada konektor-konektor peripheral… cukup sekali saja setiap perawatan PC.
4. Ingat, Jangan menggunakan cairan Contact Cleaner dalam membersihan soket-soket konektor peripheral karena cara tersebut salah besar. Cairan Contact Cleaner sulit sekali (sangat lama) kering dan justru membuat debu mudah menempel.
5. Perhatikan cara pemasangan Motherboard dan peripheral lainnya apakah ada skrup yang masih kurang atau kendor. Lengkapi dan kencangkan skrup-skrup tersebut
6. Sesuaikan OS dan Aplikasi dengan spesifikasi komputer dan jangan menyimpan data terlalu besar pada Harddisk. ini akan memperberat kinerja PC
7. Buatlah partisi Harddisk yang proporsional. Misal Harddisk 80GB dengan Space Used C tidak lebih dari 5GB akan lebih baik kalau kita buat 3 partisi dengan 10GB untuk C, 35GB untuk D dan 35GB untuk E. Dengan demikin akses untuk System dan loading data akan lebih cepat….
8. Jangan gunakan PC untuk game-game berat kecuali kalau memang komputer Anda dirancang untuk Game. Kalau memang maniak Game, gunakan saja Playstation…. wkwkwkwkwk
9. Gunakan Antivirus yang sesuai dan selalu Update, kalau perlu tiap hari Update… saya paling suka pakai Avira profesional 9.0 yang gratis…. yang penting Update paling tidak tiap 5 hari… Dengan adanya antivirus yang selalu update akan meringankan cara merawat komputer atau tips perawatan komputer atau PC kita.
10. Gunakan stavolt yang berkualitas. Banyak sekali stavolt murah dan murahan yang hanya bisa mengantisipasi perubahan tegangan PLN yang sempit. Biasanya stavolt seperti ini meski secara fisik ukurannya standar tapi sangat ringan dan tidak meyakinkan. Saya cenderung memilih stavolt dengan Servo Motor karena memiliki stabilisasi yang bagus. Namun ada juga Stavolt sistem Relay yang bagus tapi sekarang kayaknya sangat sulit diperoleh…
11. Gunakan Pendingin Ruangan untuk PC… atau kalau tidak memungkinkan bisa dikompensasi dengan cara pemasangan Sirip Pendingin dan Coolling Fan Ekstra apabila suhu processor dirasa terlalu tinggi diatas 36 derajat Celcius. Khususnya ini terjadi pada komputer-komputer jadul… wkwkwkwk
12. Pada waktu-waktu tertentu lakukanlah Defragment Harddisk untuk menata ulang urutan file-file agar kinerja komputer lebih ringan. Tetapi jangan terlalu sering..!!
13. Lakukan Instalasi ulang OS dan Aplikasi apabila dirasa perlu. Instalasi ulang secara menyeluruh sekali dalam 1 thn rasanya tidak berlebihan untuk penyegaran seluruh system… apalagi kalau kita menginginkan upgrade system. (misal dari XP-SP1 ke XP-SP2 atau XP-SP3)
14. Lakukan penghapusan atau Remove data atau Aplikasi yang sekiranya tidak efektif (tidak pernah digunakan)…
15. Sering-seringlah membersihkan Temporary file, Prefetch file, file-file Chokies dan file-file sampah di Recycle Bin.
16. Selalu lakukan Backup pada data-data yang dirasa penting… Anda bisa mengcopynya pada CD… hal ini untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terkena serangan virus atau terjadi kerusakan fatal pada Harddisk
17. Usahakan listrik Anda tidak drop/mati selama komputer bekerja. Kalau perlu naikkan daya listrik rumah Anda atau lebih baik lagi kalau Anda lengkapi dengan UPS sehingga apabila listrik mati mendadak masih ada waktu untuk menyimpan data dan Shutdown komputer
18. Jangan terlalu lama membiarkan komputer Anda tidak terpakai (tidak pernah dihidupkan sama sekali dalam waktu lama). Paling tidak minimal setiap hari komputer dihidupkan sekitar 1 s/d 2 jam. Hal ini untuk menghangatkan bagian dalam CPU supaya bebas dari kelembaban udara.
19. Hindarkan komputer Anda dari goncangan, getaran dan hentakan apalagi saat komputer menyala, hal ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan fatal pada Harddisk
20. Jangan segan-segan memanggil teknisi komputer untuk melakukan perawatan pada komputer Anda, apabila Anda merasa tidak mampu melakukannya…
Langkah-langkah Cara Merawat Komputer atau Tips Perawatan Komputer atau PC di atas dapat dilakukan secara berkala sesuai kondisi komputer dan lingkungannya. Biasanya komputer yang segera memerlukan perawatan memiliki gejala-gejala seperti akses yang mulai melambat, sering macet/hang, sering scaning Drive C setiap saat komputer dihidupkan, blue screen memory, bobolnya Antivirus, Aplikasi yang sering error atau tidak berjalan sesuai fungsinya, dan hal-hal lain yang mengakibatkan pengguna mulai merasa tidak nyaman dengan kinerja komputernya.
1. Langkah-langkah membersihkan File Prefetch :
Masuk Explorer – Masuk C:/Windows/Prefetch – Select All (Ctrl-A) – Dell
2. Langkah-langkah membersihkan File Temporary :
Masuk Explorer – Masuk C:/Windows/Temp – Select All (Ctrl-A) – Dell
Setelah kedua langkah di atas jangan lupa bersihkan file2 sampah di Recycle Bin dengan cara Klik kanan Recycle Bin – Klik Empty Recycle Bin – Klik Yes…
3. Sedangkan untuk membersihkan file-file Chokies :
Anda dapat menggunakan Software CCleaner. Software CCleaner dapat Anda Download Di Sini…
File2 Chokies akan muncul setiap kita koneksi ke internet… Semakin kita sering koneksi ke internet… baik itu browsing, download atau upload maka semakin banyak file2 Chokiesnya… Kalau Anda setiap hari koneksi ke internet, bersihkan file2 Chokies paling tidak sekali atau dua kali seminggu…
Tips perawatan komputer di atas kelihatannya sangat ribet dan merepotkan namun apabila kita kerjakan akan berpengaruh besar pada kinerja dan usia pemakaian komputer Anda.

Senin, 07 Juni 2010

trable suting

TROUBLESHOOTING


1. Menjaga Stabilitas Sistem Windows
Sistem Windows yang stabil memberikan kenyamanan dan kelancaran saat kita bekerja. Gangguan seperti komputer hang, bluescreen dan proses lambat adalah ciri-ciri komputer yang tidak stabil. Apalagi hal tersebut terjadi berulang-ulang sehingga pekerjaan kita menjadi terganggu. Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk menjaga sistem Windows senantiasa stabil.


1.1. Update Software
Update software harus sering dilakukan karena setiap ditemukan kelamahan pada sistem Windows, Microsoft akan mengeluarkan software untuk mengatasinya. Untuk update biasanya komputer harus terhubung dengan jaringan internet. Sebelum melakukan update software yang harus diperhatikan adalah keaslian sistem operasi Windows dan spesifikasi hardware komputer kita. Apabila sistem operasi Windows tidak asli biasanya proses update ditolak oleh Microsoft. Demikian pula apabila spesifikasi hardware tidak sesuai dengan kebutuhan software update proses update akan gagal.

Menjalankan Utility dan Diagnosa
Windows menyertakan software utility dan diagnosa seperti ScanDisk, Defrag, Disk Cleanup untuk kita gunakan menjaga keadaa sistem Windows dalam kaadaan stabil.
• Scandisk digunakan untuk menelusuri kondisi fisik disk. Apabila ditemukan ada kerusukan pada block, maka file-file yang ada pada bolck tersebut akan dipindahkan ke block yang masih baik.
• Defrag digunakan untuk menata ulang letak file-file pada block sehingga menjadi sistematis dan mudah diakses oleh sistem Windows. Proses penyimpanan file dalam sistem komputer dilakukan secara acak sehingga sebuah file dimungkinkan tidak menempati block yang berurutan. Apabila file tersebut diakses, maka komputer akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mendapatkan file secara keseluruhan karena lokasi block yang tidak urut. Proses defrag membutuhkan ruang harddisk kosong minimal 15% dari ukuran harddisk keseluruhan.
• Disk Cleanup digunakan untuk membersihkan file-file yang tidak diperlukan lagi oleh sistem komputer seperti file-file yang ada di dalam Recycle Bin, Internet Cache, Temporary Folder, dan sebagainya.

Untuk menjalankan program scandisk buka dulu program Windows Explorer, Start  All Programs  Accessories  Windows Explorer. Setelah Windows Explorer aktif, klik kanan drive (disk) yang akan di-scan kemudian klik properties.

3. Program Crash
Indikasi adanya program crash yaitu komputer hang atau bluescreen dengan beberapa pesan yang ditampilkan pada layar monitor. Setiap program yang dijalankan, sistem Windows akan mengalokasikan segmen-segmen memory untuk menyimpan proses tersebut. Beberapa hal yang bisa menyebabkan program crash antara lain:
• Ketika ada program lain yang bekerja yang berusaha menempati segmen memory yang sama dengan program yang sedang berjalan.
• Adanya cacat register memory sehingga proses tidak bisa bekerja semestinya.
• Ketika program bekerja tiba-tiba ada serangan virus atau sejenisnya sehingga merusak file-file program atau pendukungnya.

Apa yang harus dilakukan apabila terjadi program crash?
• Apabila terjadi hang, lakukan shut down dengan menakan [Ctrl] + [Alt] + [Del] untuk menampilkan Task Manager. Lakukan shut down melalui Task Manager.


• Jika Task Manager tidak tampilkan tekan tombol power komputer untuk memutus supply daya listrik.
• Apabila terjadi bluescreen, tekan tombol power untuk mematikan komputer.
• Hidupkan komputer lagi dan lakukan uninstall atau recover program yang menyebabkan crash.
• Apabila masih sering terjadi hang dan crash lakukan recover sistem windows atau dengan mengganti memory komputer.

Selasa, 01 Juni 2010

konpigurasi debian server (berbasis teks)

Dhcp3-server
#apt-get install dhcp3-server
Hilangkan tanda pagar # dan konfigurasi di bawah ini
#nano /etc/dhcp3/dhcpd.conf
…………………………………………………
# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 2.2.2.0 netmask 255.255.255.0 {
range 2.2.2.2 2.2.2.254;
option domain-name-servers 2.2.2.1;
option domain-name "dini.com";
option routers 2.2.2.1;
option broadcast-address 2.2.2.255;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}
……………………………………………………………………
……
#/etc/init.d/dhcp3-server

SSH
#apt-get install ssh
#nano /etc/ssh/sshd_config

# Package generated configuration file
# See the sshd(Cool manpage for details

# What ports, IPs and protocols we listen for
Port 200
…………………………………………………………………….
# Logging
SyslogFacility AUTH
LogLevel INFO
# Authentication:
LoginGraceTime 120
PermitRootLogin no
StrictModes yes
……………………………………………………………………..
/etc/init.d/ssh restart

SAMBA
#apt-get install samba
Workgroup = workgroup
YES
#mkdir /home/debian/dini
#nano /home/debian/dini/dini2.txt
#nano /etc/samba/smb.conf
#browsing/identification#
Workgroup = workgroup
Netbios = debian

……………………………………………………
[dini2]
Path = /home/dini/dini2
Available = yes
Browseable = yes
Writable = yes
Public = yes

#/etc/init.d/samba restart

Smbclient

#apt-get install smbclient

Cara ngceknya

#Smbclient //ipclient/foldersharing
Contoh:
#smbclient //192.168.3.4/lkskab

DNS SERVER
# apt-get install bind
# cd /etc/bind
# cp named.conf{,.orig}
# nano named.conf
zone "lkskab09.co.id" {
type master;
file "/etc/bind/db.lkskab09.co.id";
};

zone "3.168.192.in-addr.arpa" {
type master;
file "/etc/bind/db.192";
};

# cp db.local db.lkskab09.co.id
# nano db.lkskab09.co.id
;
; BIND data file for local loopback interface
;
$TTL 604800
@ IN SOA ns1.lkskab09.co.id. dini.lkskab09.co.id. (
1 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
IN NS ns1.lkskab09.co.id.
IN MX 10 mail.lkskab09.co.id.


IN A 192.168.3.1
ns1 IN A 192.168.3.1
www IN A 192.168.3.1
mail IN A 192.168.3.1
ftp IN CNAME www
# cp db.127 db.192
#nano db.192
;
; BIND reverse data file for local loopback interface
;
$TTL 604800
@ IN SOA ns1.lkskab09.co.id. agus.lkskab09.co.id. (
2 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
IN NS ns1.lkskab09.co.id.
1 IN PTR ns1.lkskab09.co.id.
1 IN PTR www.lkskab09.co.id.
1 IN PTR mail.lkskab09.co.id.
1 IN PTR ftp.lkskab09.co.id.

# /etc/init.d/bind restart
# tail –f/var/logs/logsys

WEB SERVER
1.root@server:# apt-get install apache2
edit
2.nano/etc/apache2/sites-available/default,
# RedirectMatch ^/$ /apache2-default/
3.:~# apt-get install php5
4 .nano /var/www/apache-default/index.html


LKS Kabupaten Cianjur 2009

My Biodata





Nama : Dini Rahayu Efendi
Kelas : 3 Tkj 1
Sekolah : SMK Bina Nusantara





6. :~# apt-get install php5-mysql
7. :~# apt-get install mysql-server

8. :~# apt-get install phpmyadmin
9.:# apt-get install mysql-server
10. ~# mysqlamin –u root password sasuke

MAIL SERVER
Sebelum konfigurasi mailserver kita harus update dulu dvdnya
#apt-get update ( binary 1 )
Masukan dvd binary2
#apt-cdrom add ( binary 2 )
#apt-get update (binary2)
Setelah itu masukan dvdbinari1 lalu install paket yang di bawah ini
1.:# apt-get install postfix
2. :# apt-get install courier-imap
3. :# apt-get install courier-pop
4. nano /etc/postfix/main.cf
myhostname = (jangan diganti)
alias_maps = hash:/etc/aliases
alias_database = hash:/etc/aliases
myorigin = /etc/mailname
mydestination = lkskab09.com, mail.lkskab09.com, debian.lkskab09.com, localhost.
relayhost =
mynetworks = 127.0.0.0/8 192.168.3.0/24
# mailbox_command = procmail -a "$EXTENSION"
mailbox_size_limit = 0
recipient_delimiter = +
inet_interfaces = all
home_mailbox = Maildir/
5. :# cd /etc/skel
6.:# maildirmake Maildir
7:# adduser ... ....
8 :# adduser .........(yang ke 2 )
9
root@server:# /etc/init.d/postfix restart
root@server:# /etc/init.d/courier-imap restart
root@server:# /etc/init.d/courier-pop restart
root@server:# /etc/init.d/courier-authdaemon restart
WEB MAIL
1. apt-get install mysql-server squirrelmail
2.nano /etc/squirrellmail/apache.conf
documentroot /usr/share/squirrelmail
servername debian.smk-binus.sch.id
3. /etc/init.d/apache restart
4.nano/etc/apache2/apache2.conf
Tambahkan dibaris terakhir script di bawah ini :
Include /etc/squirrelmail/apache.conf
5. /etc/init.d/apache2 restart
6. buka webrowser
PROXY SERVER
# apt-get install squid.conf
# cp /etc/squid.conf{,.orig}
# cd /etc/squid/
# nano squid.conf

http_port 8080
cache_mem 100 MB
# cari CONNECT method CONNECT (ctrl+w)
Tambahkan dibawahnya

acl LAN src 192.168.1.0/255.255.255.0
acl block url_regex -i “/home/sex”

http_access allow LAN
http_access deny block

visible_hostname proxy.tkj.com
cache_dir ufs /var/spool/squid 500 16 256

# nano /home/sex
http://www.linux.com

# /etc/init.d/squid restart
Setting browser (Internet Explorer, Mozilla Firefox) supaya menggunakan Proxy Server.
Proftpd
#apt-get install proftpd
#nano /etc/proftpd/proftpd.conf
Hilangkan tanda # nya
Bagian anonymous



……………………
…………………
…………………




Inovatif,kreatif ,dan brani mengambil resiko dalam mengelola konflik usaha

DI AJUKAN SEBAGAI TUGAS KELONPOK KEWIRAUSAHAAN (KWU)


KELOMPO : 7 ( 2 TKJ1 )

• Ismat A
• Dede R
• Farid S
• Budiman
• Entis S
• M. Ali



Inovatif,kreatif ,dan brani mengambil resiko dalam mengelola konflik usaha
Kewirausahaan adalah proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan] Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.[ Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resiko atau ketidakpastian.[ Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya (1). Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment).[ Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu.[ Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian] Berbeda dengan Cantillon, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.[] Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut

Proses wirausaha
Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave, proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi] Inovasi tersebut dipengeruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari pribadi maupun di luar pribadi, seperti pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan] Faktor-faktor tersebut membentuk ‘’locus of control’’, keinovasian, implementasi, dan pertumbuhan yang kemudian berkembangan menjadi yang besar] Secara internal, keinovasian dipengaruhi oleh faktor yang bersal dari individu, seperti ‘’locus of control’’, toleransi, nilai-nilai, pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi diantaranya model peran, aktivitas, dan peluang] Oleh karena itu, inovasi berkembang menjadi kewirausahaan melalui proses yang dipengaruhi lingkungan, organisasi, dan keluarga
Ciri-ciri wirausaha[1] yang berhasil:
• Memiliki visi dan tujuan yang jelas] Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha tersebut.[
• Inisiatif dan selalu proaktif] Ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi, tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan
• Berorientasi pada prestasiPengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi sebelumnya] Mutu produk, pelayanan yang diberikan, serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama.[ Setiap waktu segala aktifitas usaha yang dijalankan selalu dievaluasi dan harus lebih baik dibanding sebelumnyaBerani mengambil risiko.[ Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan dimanapun, baik dalam bentuk uang maupun waktu]
• Kerja keras. Jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu, di mana ada peluang di situ dia datang. Kadang-kadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya. Benaknya selalu memikirkan kemajuan usahanya] Ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja kerjas merealisasikannya] Tidak ada kata sulit dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Bertanggungjawab terhadap segala aktivitas yang dijalankannya, baik sekarang maupun yang akan datangTanggung jawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi material, tetapi juga moral kepada berbagai pihakKomitmen pada berbagai pihakMengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak, baik yang berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak]Hubungan baik yang perlu dijalankan, antara lain kepada: para pelanggan, pemerintah, pemasok, serta masyarakat luas
• ] Sikap wirausaha
Dari daftar ciri dan sifat watak seorang wirausahawan di atas, dapat kita identifikasi sikap seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya sehari-hari, sebagai berikut:
• Disiplin
Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggiArti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya. Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan] Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan, adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan. Kedisiplinan terhadap komitmen akan kualitas pekerjaan dapat dibina dengan ketaatan wirausahawan akan komitmen tersebutWirausahawan harus taat azas Hal tersebut akan dapat tercapai jika wirausahawan memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap sistem kerja yang telah ditetapkan Ketaatan wirausahawan akan kesepakatan-kesepakatan yang dibuatnya adalah contoh dari kedisiplinan akan kualitas pekerjaan dan sistem kerja
Komitmen Tinggi
Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lainDalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan identifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan, penyelesaian bagi masalah konsumen, dan sebagainya.Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadapkonsumen, akan memiliki nama baik di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan
Jujur
Kejujuran merupakan landasan moral yang terkadang dilupakan oleh seorang wirausahawan] Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks]Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purnajual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan olehwirausahawan.

Kreativitas
Kreativitas merupakan memikirkan sesuatu,kemampuan seseorang untuk
melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relative berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
Kreatif
Menghadirkan sesuatu benda atau hal yang sebelumnya sama sekali belum ada untuk dipergunakan. Ide yang kratif dikaitkan dengan ide yang baru paling tidak untuk orang yang bersangkutan Ide kreatif ini dapat melibatkan sebuah usaha penggabungan du ahal atau lebih ide-ide secara langsung (John Adair,1996)
Krativitas dan inovasi
Inovasi dan kerativitas berbeda wilayah domain yang sama,teapi memiliki batasan yang tegas. Kreatifitas merupakan langkah pertama menuju inovasi yang terdiri atas berbagai tahap. Kreatifitas berkaitan dengan produksi kebaruan dan ide yang bermanfaat sedangkan inovasi berkaitan dengan produksi atau adopsi ide yang bermanfaat dan implementasinya.
Wirausaha
Wirausaha adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih sukses.
Kewirausahaan
Kewirausahaan pada hakekatnya adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif.
Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreatifitas tersebut sebaiknya adalah dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar.
Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu. Justru seringkali ide-ide jenius yang memberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.
Namun,gagasan-gagasan yang baikpun, jika tidak diimplementasikan dalam
kehidupan sehari-hari, hanya akan menjadi sebuah mimpi. Gagasan-gagasan yang jenius umumnya membutuhkan daya inovasi yang tinggi dari wirausahawan yang bersangkutan. Kreativitas yang tinggi tetap membutuhkan sentuhan inovasi agar laku di pasar.
Inovasi yang dibutuhkan adalah kemampuan wirausahawan dalam menambahkan
nilai guna/nilai manfaat terhadap suatu produk dan menjaga mutu produk dengan memperhatikan “market oriented” atau apa yang sedang laku dipasaran. Dengan bertambahnya nilai guna atau manfaat pada sebuah produk, maka meningkat pula daya jual produk tersebut di mata konsumen, karena adanya peningkatan nilai ekonomis bagi produk tersebut bagi konsumen.
Untuk menjadi wirausaha yang berhasil, persyaratan utama yang harus dimiliki
adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut
dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan, atau kompetensi. Kompetensi itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman usaha.
Seseorang wirausaha adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi. Ia adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) atau kemampuan kreatif dan inovatif. Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secara riil tercermin dalam kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start up),
kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative), kemauan dan kemampuan untuk mencari peluang (opportunity), kemampuan dan keberanian untuk menanggung
risiko (risk bearing) dan kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya. Kemauan dan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk:
a.Melakukan proses/ teknik baru (the new technik)
b.Menghasilkan produk atau jasa baru (the new product or new service),
c.Menghasilkan nilai tambah baru (the new value added),
d.Merintis usaha baru (new businesess), yang mengacu pada pasar
e.Mengembangkan organisasi baru
Berani mengambil resiko
Kita memahami, bahwa dalam setiap langkah mengandung suatu risiko, bahkan tak melakukan apapun ada risiko, yaitu risiko kehilangan kesempatan. Manajemen Risiko saat ini sudah melekat pada setiap aspek kehidupan, namun disadari pengelolaan risiko ini belum sepenuhnya disadari oleh semua pihak.
Justru karena adanya risiko ini, maka perusahaan asuransi diperlukan. Perusahaan asuransi berfungsi mengelola risiko pihak lain, dan untuk ini perusahaan asuransi sendiri perlu melakukan dan memahami fungsi risk transfer dan risk sharing. Kontrol risiko adalah menghindari, meminimalisir, menahan dan memindahkan.
Untuk itu, jika kita mempunyai suatu usaha, ada baiknya kita memahami titik-titik risiko yang akan terjadi pada perusahaan tadi. Untuk itu diperlukan menilai proses bisnis perusahaan tadi untuk mengetahui titik-titik dimana risiko ada kemungkinan akan terjadi. Di bawah ini saya mencoba untuk melihat risiko apa yang kemungkinan terjadi di perusahaan asuransi, sebelum kita menilai risiko personal, sehingga kita mampu memahami mengapa kadang perusahaan asuransi menetapkan premi tinggi untuk suatu jaminan tertentu.
a. Untuk perusahaan asuransi kerugian, yang jelas adalah risiko sebagai penanggung. Untuk ini perusahaan asuransi perlu melakukan penilaian terhadap orang/perusahaan yang akan ditanggung. Perlu dilakukan survei untuk menentukan kondisi pertanggungan asuransi apa yang paling tepat untuk calon yang akan dijamin asuransinya. Saya sendiri merasakan saat ingin memperpanjang asuransi mobil, pada saat ini perusahaan asuransi lebih ketat dan memerlukan waktu untuk melakukan survei, hal yang sekitar 10 tahun lalu sering tak dilakukan, apalagi jika yang diasuransi kendaraan, yang cukup dengan hanya membawa mobil yang akan diasuransikan ke perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi tak perlu melakukan survei dimana lokasi rumah tinggal pemilik mobil, bahkan sampai perlu melihat letak rumah pemilik mobil. Namun banjir yang sering melanda Jakarta, membuat petugas asuransi juga menanyakan lokasi usaha, kebiasaan kita dan lokasi rumah, termasuk rawan banjir atau tidak. Setelah itu perusahaan asuransi juga perlu melakukan perhitungan, seberapa besar perusahaan mampu menahan risiko, karena jika dinilai risikonya terlalu tinggi, maka perusahaan asuransi akan menolak atau mengenakan premi yang lebih tinggi, serta mengasuransikan kembali kepada perusahaan reasuransi (reasuradur). Pemindahan sebagian risiko kepada perusahaan lain (reasuradur) merupakan bentuk kontrol risiko yang disebut spreading of risks. Risiko yang saat ini harus diperhitungkan adalah risiko katastropik. Bencana adalah jenis risiko katastropik, penyebabkan bisa faktor manusia atau bencana alam. Meskipun ada dukungan reasuransi, terkadang kerugian lebih besar dari dukungan perusahaan resuransi, sehingga perusahaan akan menanggung kelebihan kerugian yang tak didukung reasuransi. Bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, bisa menghancurkan perusahaan asuransi karena bisa menyerap modal karena premi yang diterima tak bisa menutup seluruh kerugian. Diperlukan prediksi tingkat kerugian, jika terlalu rendah kerugian akan lebih besar daripada yang diperkirakan. Namun jika memprediksikan risiko kerugian terlalu tinggi, yang berakibat pada besarnya premi, maka ada risiko konsumen tak mau mengasuransikan pada perusahaan asuransi tersebut. Oleh karena itu diperlukan analisis yang handal, yang dapat melihat peta kemampuan konsumen, namun juga kemungkinan risiko yang akan terjadi.
b. Sekarang kita melihat risiko dari personal. Rumah tangga dapat dianggap sebagai perusahaan, yang pengelolaan asuransinya memperhitungkan kemungkinan risiko yang akan terjadi pada anggota keluarga penghuni rumah tersebut. Pertama, adalah asuransi yang terkait dengan pengobatan. Jika anda bekerja pada perusahaan yang akan menanggung seluruh biaya pengobatan dari karyawan, anda berhak bersyukur, karena tak banyak perusahaan seperti ini. Kalaupun ada, ada bagian dari risk sharing yang harus ditanggung oleh karyawan, misalkan 10% dari total biaya. Itupun kadang tak semua biaya pengobatan dapat diganti, perusahaan akan memilih biaya pengobatan yang non rutin seperti perawatan di rumah sakit dsbnya, yang sebelumnya telah diteliti oleh dokter perusahaan bahwa memang layak diganti. Perusahaan akan memilih memberikan tunjangan pengobatan rutin yang dimasukkan dalam skala gaji karyawan. Bagaimana jika anda tak mendapatkan biaya pengobatan? Tentu saja anda harus memilih perusahaan asuransi, namun disini harus diingat, apa saja ketentuan dalam persyaratan asuransi tersebut, sehingga anda tak kecewa dikemudian hari. Atau anda cukup membuat cadangan yang disimpan dalam bentuk tabungan di Bank, yang hanya digunakan dalam kondisi mendesak. Kedua, adalah hal-hal yang dapat menimbulkan kerugian, terkait dengan harta benda anda dan keluarga. Sebagaimana telah disinggung pada butir a, dari sudut pandang konsumen, maka yang diperlukan adalah asuransi kendaraan dan asuransi rumah. Asuransi mobil telah umum dilakukan, namun umumnya perusahaan asuransi memberi batasan pada umur kendaraan. Untuk kendaraan roda dua, agak sulit mengasuransikannya, karena perusahaan asuransi menolak untuk menerima asuransi kendaran roda dua. Dulu saat anak saya baru dibelikan sepeda motor baru, masih ada perusahaan asuransi yang mau menerima asuransi untuk kendaraan sepeda motor walaupun hanya berupa total lost, namun itu hanya berlangsung 2 (dua) tahun dan setelah itu perusahaan asuransi tak mau menerima asuransi sepeda motor, mungkin karena risikonya terlalu tinggi. Sedangkan asuransi rumah, juga tergantung dari bentuk rumah serta harta benda yang berada dalam rumah tersebut. Jenis asuransinya juga bervariasi, apakah all risk atau total lost.

berwira usaha sejak dini

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BERWAWASAN
KEWIRAUSAHAAN SEJAK USIA DINI


A. PENDAHULUAN
Upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, telah lama dilakukan. Bahkan
setiap Repelita, peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu prioritas pembangunan
di bidang pendidikan. Berbagai program dan inovasi pendidikan, seperti penyempurnaan
kurikulum, pengadaan buku ajar dan buku referensi lainnya, peningkatan mutu guru dan
tenaga kependidikan lainnya melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kualifikasi
pendidikan mereka, peningkatan manajemen pendidikan, serta pengadaan fasilitas
penunjang, dan lain-lain selalu dilakukan. Namun sampai saat ini mutu pendidikan masih
jauh dari harapan.
Dari dalam negeri diketahui bahwa NEM SD sampai SLTA relatif rendah dan tidak
mengalami peningkatan yang berarti dari tahun ke tahun. Dari dunia usaha muncul keluhan
bahwa lulusan yang memasukidunia kerja belum memiliki kesiapan kerja yang baik. Dari
Makalah Mata Kuliah Pengantar Falsafah Sains
Joko Sutrisno, P.062020071 2
komparasi internasional, mutu pendidikan di Indonesia juga kurang menggembirakan.
Human Development Index (HDI) Indonesia menduduki peringkat 102 dari 106 negara
yang disurvai. Survai The Political Economic Risk Consultation (PERC) menemukan
bahwa Indonesia berada di peringkat ke 12 dari 12 negara yang disurvai. Studi lain yang
dilakukan The Third International Mathematics and Science Study-Repeat (TIMSS-R,
1999) menemukan bahwa siswa SLTP Indonesia menempati peringkat 32 untuk IPA dan
34 untuk Matematika, dari 38 negara yang distudi di Asia, Australia dan Afrika.
Peningkatan mutu pendidikan berarti peningkatan mutu sumber daya manusia.
Sementara mutu pendidikan belum menggembirakan, berarti mutu sumber daya manusia
Indonesia juga belum menggembirakan. Kini Indonesia menghadapi dua tantangan, ialah
tantangan dari dalam dan dari luar.
Dari dalam negeri krisis ekonomi belum juga berakhir sehingga pengangguran terus
bertambah. Di bidang pendidikan sendiri, data Depdiknas menunjukkan bahwa sekitar
88,4% lulusan SLTA tidak melanjutkan ke PT, dan 34,4% lulusan SLTP tidak melanjutkan
ke SLTA. Mereka setiap tahun menambah jumlah deretan pencari kerja, sementara bekal
untuk kesiapan kerja belum dimiliki.
Dari luar negeri tantangan akan muncul dengan disepakatinya AFTA (Asean Free
Trade Area) dan AFLA (Asean Free Labour Area) tahun 2003. Konsekuensinya adalah
tenaga kerja kita dalam berbagai sektor kehidupan harus mampu bersaing dengan tenaga
kerja asing dari negara-negara tetangga di lingkungan Asean.
B. MENGAPA KEWIRAUSAHAAN?
Melihat kondisi tersebut, maka dunia pendidikan harus mampu berperan aktif
menyiapkan sumberdaya manusia terdidik yang mampu menghadapi berbagai tantangan
kehidupan baik lokal, regional, nasional maupun internasional. Ia tidak cukup hanya
menguasai teori-teori, tetapi juga mau dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sosial.
Ia tidak hanya mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku saekolah/kuliah, tetapi
juga mampu memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan yang demikian adalah pendidikan yang berorientasi pada pembentukan
jiwa entrepreneurship, ialah jiwa keberanian dan kemauan menghadapi problema hidup dan
kehidupan secara wajar, jiwa kreatif untuk mencari solusi dan mengatasi problema tersebut,
jiwa mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Salah satu jiwa entrepreneurship yang
Makalah Mata Kuliah Pengantar Falsafah Sains
Joko Sutrisno, P.062020071 3
perlu dikembangkan melalui pendidikan pada anak usia pra sekolah dan sekolah dasar,
adalah kecakapan hidup (life skill).
Pendidikan yang berwawasan kewirausahaan, adalah pendidikan yang menerapkan
prinsip-prinsip dan metodologi ke arah pembentukan kecakapan hidup (life skill) pada
peserta didiknya melalui kurikulum yang terintegrasi yang dikembangkan di sekolah.
Tulisan ini mencoba menawarkan suatu model pendidikan yang berwawasan kewirausahaan
untuk tingkat pra sekolah dan sekolah dasar. Dengan model ini jika diterapkan diharap
dunia pendidikan ikut memberikan kontribusi nyata dalam rangka peningkatan mutuSDM
diIndonesia.
Kerangka pengembangan kewirausahaan di kalangan tenaga pendidik dirasakan
sangat penting. Karena pendidik adalah ‘agent of change’ yang diharapkan mampu
menanamkan ciri-ciri, sifat dan watak serta jiwa kewirausahaan atau jiwa ‘entrepreneur’ bagi
peserta didiknya. Disamping itu jiwa ‘entrepreneur’ juga sangat diperlukan bagi seorang
pendidik, karena melalui jiwa ini, para pendidik akan memiliki orientasi kerja yang lebih
efisien, kreatif, inovatif, produktif serta mandiri.
C. KONSEP KEWIRAUSAHAAN
Instruksi Presiden No. 4 Th 1995 tanggal 30 Juni 1995 tentang Gerakan Nasional
Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan, mengamanatkan kepada seluruh
masyarakat dan bangsa Indonesia, untuk mengembangkan program-program
kewirausahaan. Inpres tersebut dikeluarkan bukan tanpa alasan. Pemerintah menyadari
betul bahwa dunia usaha merupakan tulang punggung perekonomian nasional, sehingga
harus digenjot sedemikian rupa melalui berbagai Departemen Teknis maupun Institusiinstitusi
lain yang ada di masyarakat. Melalui gerakan ini pada saatnya budaya
kewirausahaan diharapkan menjadi bagian dari etos kerja masyarakat dan bangsa Indonesia,
sehingga dapat melahirkan wirausahawan-wirausahawan baru yang handal, tangguh dan
mandiri.
Dari segi karakteristik perilaku, Wirausaha (entepreneur) adalah mereka yang
mendirikan, mengelola, mengembangkan, dan melembagakan perusahaan miliknya sendiri.
Wirausaha adalah mereka yang bisa menciptakan kerja bagi orang lain dengan berswadaya.
Makalah Mata Kuliah Pengantar Falsafah Sains
Joko Sutrisno, P.062020071 4
Definisi ini mengandung asumsi bahwa setiap orang yang mempunyai kemampuan
normal, bisa menjadi wirausaha asal mau dan mempunyai kesempatan untuk belajar dan
berusaha.
Berwirausaha melibatkan dua unsur pokok (1) peluang dan, (2) kemampuan
menanggapi peluang, Berdasarkan hal tersebut maka definisi kewirausahaan adalah
“tanggapan terhadap peluang usaha yang terungkap dalam seperangkat tindakan
serta membuahkan hasil berupa organisasi usaha yang melembaga, produktif dan
inovatif.” (Pekerti, 1997).
Bagan 1
KERANGKA BERPIKIR TENTANG KEWIRAUSAHAAN
Sejalan dengan pendapat di atas, Salim Siagian (1999) mendefinisikan:
“Kewirausahaan adalah semangat, perilaku, dan kemampuan untuk memberikan tanggapan yang positif
terhadap peluang memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada
POLA TANGGAPAN
􀂊 KARAKTERISTIK PERORANGAN
􀂊 KARAKTERISTIK KELOMPOK
SOSIAL
POLA PELUANG
􀂊 KEBUTUHAN EKONOMI
􀂊 KEMAJUAN TEKNOLOGI
PERILAKU WIRAUSAHA
􀂊 Mendirikan
􀂊 Mengelola
􀂊 Mengembangkan
􀂊 Melembagakan
HASIL USAHA
PERUSAHAAN:
􀂊 Tepat Guna
􀂊 Hemat Usaha
􀂊 Unggul Mutu
􀂊 Pembaharu
Makalah Mata Kuliah Pengantar Falsafah Sains
Joko Sutrisno, P.062020071 5
pelanggan/masyarakat; dengan selalu berusaha mencari dan melayani langganan lebih banyak dan lebih
baik, serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan cara kerja
yang lebih efisien, melalui keberanian mengambil resiko, kreativitas dan inovasi serta kemampuan
manajemen.”
Pengertian di atas mencakup esensi kewirausahaan yaitu tanggapan yang positif
terhadap peluang untuk memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan
yang lebih baik pada pelanggan dan masyarakat, cara yang etis dan produktif untuk
mencapai tujuan, serta sikap mental untuk merealisasikan tanggapan yang positif tersebut.
Pengertian itu juga menampung wirausaha yang pengusaha, yang mengejar keuntungan
secara etis serta wirausaha yang bukan pengusaha, termasuk yang mengelola organisasi
nirlaba yang bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pelanggan/
masyarakat.
Semangat, perilaku dan kemampuan wirausaha tentunya bervariasi satu sama lain
dan atas dasar itu wirausaha dikelompokkan menjadi tiga tingkatan yaitu: Wirausaha andal,
Wirausaha tangguh, Wirausaha unggul.
Wirausaha yang perilaku dan kemampuannya lebih menonjol dalam memobilisasi
sumber daya dan dana, serta mentransformasikannya menjadi output dan memasarkannya
secara efisien lazim disebut Administrative Entrepreneur. Sebaliknya, wirausaha yang perilaku
dan kemampuannya menonjol dalam kreativitas, inovasi serta mengantisipasi dan
menghadapi resiko lazim disebut Innovative Entrepreneur.
Menjadi wirausaha profesional harus memenuhi kriteria ketangguhan dan
ketangguhan. Adapun ciri dari kedua kriteria tersebut adalah sebagai berikut:
a) Ciri dan Kemampuan Wirausaha Tangguh
1) Berpikir dan bertindak strategik, adaptif terhadap perubahan dalam berusaha
mencari peluang keuntungan termasuk yang mengandung resiko agak besar dan
dalam mengatasi masalah.
2) Selalu berusaha untuk mendapat keuntungan melalui berbagai keunggulan
dalam memuaskan langganan.
3) Berusaha mengenal dan mengendalikan kekuatan dan kelemahan perusahaan
(dan pengusahanya) serta meningkatkan kemampuan dengan sistem
pengendalian intern.
Makalah Mata Kuliah Pengantar Falsafah Sains
Joko Sutrisno, P.062020071 6
4) Selalu berusaha meningkatkan kemampuan dan ketangguhan perusahaan
terutama dengan pembinaan motivasi dan semangat kerja serta pemupukan
permodalan.
b) Ciri dan Kemampuan Wirausaha Unggul
1) Berani mengambil resiko serta mampu memperhitungkan dan berusaha
menghindarinya.
2) Selalu berupaya mencapai dan menghasilkan karya bakti yang lebih baik untuk
langganan, pemilik, pemasok, tenaga kerja, masyarakat, bangsa dan negara.
3) Antisipasif terhadap perubahan dan akomodatif terhadap lingkungan.
4) Kreatif mencari dan menciptakan peluang pasar dan meningkatkan
produktivitas dan efisiensi.
5) Selalu berusaha meningkatkan keunggulan dan citra perusahaan melalui inovasi
di berbagai bidang.
Sementara itu dalam suatu penelitian tentang Standarisasi Tes Potensi
Kewirausahaan Pemuda Versi Indonesia; Munawir Yusuf (1999) menemukan adanya 11 ciri
atau indikator kewirausahaan, yaitu:
1. Motivasi berprestasi
2. Kemandirian
3. Kreativitas
4. Pengambilan resiko (sedang)
5. Keuletan
6. Orientasi masa depan
7. Komunikatif dan reflektif
8. Kepemimpinan
9. Locus of Contro
10. Perilaku instrumental
11. Penghargaan terhadap uang.
Sementara itu menurut G. Meredith, et.al (1996) mengemukakan bahwa: Para
wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai
kesempatan-kesempatan yang ada; mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan
Makalah Mata Kuliah Pengantar Falsafah Sains
Joko Sutrisno, P.062020071 7
guna mengambil keuntungan daripadanya dan mengambil tindakan yang tepat guna
memastikan sukses.
Para wirausaha adalah individu-individu yang berorientasi kepada tindakan, dan
bermotivasi tinggi yang mengambil risiko dalam mengerjar tujuannya. Daftar ciri-ciri dan
sifat-sifat berikut memberikan sebuah profil dari wirausaha:
Ciri-ciri
Percaya diri
Berorientasikan tugas dan hasil
Pengambil risiko
W a t a k
Keyakinan
Ketidaktergantungan, individualitas
optimisme
Kebutuhan akan prestasi,
berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan,
tekad kerja keras, mempunyai dorongan
kuat, energitic, dan inisiatif.
Kemampuan mengambil risiko, suka pada
tantangan.
Kepemimpinan
Keorisinilan
Berorientasi ke masa depan
Bertingkah laku sebagai pemimpin
Dapat bergaul dengan orang lain.
Menanggapi saran-saran dankritik
Inovatif dan kreatif
Fleksibel
Punya banyak sumber
Serba bisa, mengetahui banyak
Pandangan ke depan
Perseptif
D. LIFE SKILL SEBAGAI UNSUR DALAM BIDANG KEWIRAUSAHAAN
1. Pengertian life skill
Dalam kehidupan keseharian, manusia akan selalu dihadapkan problema hidup
yang harus dipecahkan dengan menggunakan berbagai sarana dan situasi yang dapat
dimanfaatkan. Kemampuan seperti itulah yang merupakan salah satu inti kecakapan
hidup (life skill). Artinya kecakapan yang selalu diperlukan oleh seseorang di manapun
ia berada, baik yang berstatus peserta didik, pekerja, guru, pedagang, maupun orangtua.
Pengertian life skill adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk mau dan berani
menghadapi problema hidup dan kehidupan secara wajar tanpa merasa tertekan,
Makalah Mata Kuliah Pengantar Falsafah Sains
Joko Sutrisno, P.062020071 8
kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga
akhirnya mampu mengatasinya.
2. Ruang Lingkup life skill
Kecakapan hidup (life skill) dapat dipilah menjadi lima bagian, ialah kecakapan
mengenal diri (self awarness), kecakapan berpikir rasional (thinking skill), kecakapan
sosial (social skill), kecakapan akademik (academic skill), dan kecakapan vokasional
(vocational skill).
(1) Kecakapan mengenal diri (self awareness) atau kecakapan personal (personal
skill), adalah kecakapan yang diperlukan bagi seseorang untuk mengenal
dirinya secara utuh. Kecakapan ini mencakup :
a) penghayatan diri sebagai makhluk Tuhan
b) penghayatan diri sebagai anggota keluarga dan masyarakat
c) penghayatan diri sebagai warga negara
d) menyadari dan mensyukuri kelebihan dan kekurangan diri
e) menjadikan kelebihan dan kekurangan sebagai modal dalam
meningkatkan diri agar bermanfaat bagi diri dan lingkungannya.
(2) Kecakapan berpikir rasional (thinking skill) adalah kecakapan yang diperlukan
dalam pengembangan potensi berpikir, mencakup :
a) kecakapan menggali dan menemukan informasi (information searching)
b) kecakapan mengolah informasi dan mengambil keputusan (information
processing and decision making skills)
c) kecakapan memecahkan masalah secara kreatif (creative problem
solving skill)
(3) Kecakapan sosial ataukecakapan interpersonal (social skill) mencakup :
a) kecakapan komunikasi dengan empati (communication skill). Empati,
sikap penuh pengertian dan seni komunikasi dua arah, perlu ditekankan,
karena yang dimaksud berkomunikasi bukan sekedar menyampaikan
pesan, tetapiisi dan sampainya pesan, disertai dengan ‘kesan’baik, akan
menumbuhkan hubungan yang harmonis.
b) kecakapan bekerjasama
Makalah Mata Kuliah Pengantar Falsafah Sains
Joko Sutrisno, P.062020071 9
(4) Kecakapan akademik (academic skill) ataukemampuan berpikir ilmiah,
mencakup komponen-komponen :
a) kemampuan melakukan identifikasi variabel
b) kemampuan merumuskan hipotesis
c) kemampuan melakukan penelitian
(5) Kecakapan vokasional (vocational skill), adalah keterampilan yang dikaitkan
dengan berbagai bidang pekerjaan tertentu yang terdapat di masyarakat.
Secara sederhana dapat dibuat skema pembagian kecakapan hidup yang perlu
ditanamkan kepada peserta didik, sebagai berikut :
Self Awarness
Thinking Skill General Life Skill
Social Skill
Life Skill
Academic Skill Specific Life Skill
Vocational Skill
3. Kurikulum Berorientasi pada kecakapan hidup
Program pendidikan berwawasan kewirausahaan adalah program pendidikan
yang berorientasi pada kecakapan hidup. Program ini dapat disusun dalam bentuk
kurikulum khusus atau terintegrasi dalam berbagai mata pelajaran. Untuk tingkat Pra
Sekolah dan SD, program pendidikan berorientasi pada kecakapan hidup, dapat
dikembangkan menjadi sebagai berikut :
(1) Tujuan Pembelajaran :
a) content Objectives, yaitu penguasaan siswa terhadap materi
pembelajaran. Tidak semua materi pelajaran harus dikuasai siswa
melalui pembelajaran intra kurikuler disekolah. Materi pelajaran yang
memiliki onsep kunci serta tema-tema esensial yang mendorong
tercapainya kemampuan generik, yang wajib dimiliki siswa, selebihnya
dapat ditugaskan di rumah atau kegiatan lain.
Makalah Mata Kuliah Pengantar Falsafah Sains
Joko Sutrisno, P.062020071 10
b) Methodological Objectives, yaitu penguasaan siswa terhadap proses
penemuan konsep kunci keilmuan, sehingga memungkinkan siswa untuk
memiliki dan menguasai proses penemuan konsep kunci (keterampilan
proses).
c) Life skill objectives, yaitu penguasaan siswa dalam mengaplikasikan
konsep kunci serta keterampilan prosesnya dalam kehidupan sehari-hari.
Keterampilan ini disebut kecakapan hidup karena meliputi content
objectives dan methodological objectives dan merupakan kecakapan
yang dapat ditransfer dalam berbagai bidang keilmuan dan teknologi.
Dalam hal ini siswa TK dan SD berlatih basic intelectual skill dan basic
manual skill yang seluruhnya bersifat generik.
(2) Kurikulum Pembelajaran
Materi pembelajaran untuk pembentukan life skill untuk anak TK dan SD
meneurut Panduan Depdiknas 2002 adalah sebagai berikut :
a) General Life Skill, meliputi :
- pendidikan karakter
- pendidikan akademis
- pendidikan jasmani
b) Specific Life Skill, meliputi :
(a) pendidikan personal dan sosial :
- pendidikan kehidupan dalam keluarga
- kebersihan dan kesehatan diri
- makanan dan gizi
- penggunaan obat-obatan yang berguna dan tak berguna
- kesehatan reproduksi/pendidikan seksualitas
- keamanan diri/keselamatan diri
- pemeliharaan lingkungan
- penggunaan waktu luang
- pendidikan kenegaraan
- advokasi menjadi warga masyarakat dan warga negara
Makalah Mata Kuliah Pengantar Falsafah Sains
Joko Sutrisno, P.062020071 11
(a) pendidikan keterampilan, disesuaikan dengan minat anak dan
kondisi setempat, misalnya :
- olahraga
- kesenian
- kerajinan
- berkebun/bertani
- beternak
- bahasa inggris dan asing lainnya
- teknologi sederhana dan komputer
E. PRODUKTIVITAS DAN LINGKUNGAN KERJA
Untuk menuju terwujudnya pendidikan berwawasan kewirausahaan, maka salah
satu kuncinya adalah menciptakan “perusahaan” (lembaga) yang dinamis dan fleksibel,
manajer bervisi ke depan, serta lingkungan kerja yang kondusif.
1. Organisasi perusahaan harus dinamis dan fleksibel.
Pengembangan organisasi perusahaan harus didasarkan atas visi, misi dan tujuan
yang jelas. Ada delapan roh oganisasi (perusahaan) agar sukses dan panjang umur :
(1) roh kesucian dan kesehatan
(2) roh kebaikan dan kemurahan
(3) roh cinta dan suka cita
(4) roh keunggulan dan kesempurnaan
2. Peran manajer sangat menentukan.
Manajer harus memiliki visi ke depan agar mampu mengarahkan dan meningkatkan
kinerja perusahaan. Sekurang-kurangnya ada 8 kompetensi manajer bervisi ke
depan, ialah : (1) kemampuan strategi (2) kemampuan sintesis, (3) kemampuan
organisasi, (4) kemampuan komunikasi, (5) kemampuan negosiasi, (6) kemampuan
presentasi, (7) dinamika, dan (8) ketangguhan.
3. Penciptaan lingkungan kerja yang kondusif.
Ada delapan persyaratan kualitas kehidupan lingkungan kerja disebut kondusif,
ialah :
(1) Upah yang layak dan pantas bagi pekerjaan yang dilakukan dengan baik
(2) Kondisi kerja yang aman dan sehat
Makalah Mata Kuliah Pengantar Falsafah Sains
Joko Sutrisno, P.062020071 12
(3) Kesempatan untuk belajar dan menggunakan keterampilan-keterampilan
baru
(4) Kesempatan untuk mengembangkan dan memajukan karir
(5) Integrasi sosial ke dalam organisasi
(6) Perlindungan terhadap hak-hak individu
(7) Keseimbangan antara tuntutan kerja dan bukan kerja
(8) Rasa bangga terhadap kerja itu sendiri dan terhadap organisasi
Untuk mencapai produktivitas perusahaan dikaitkan dengan lingkungan kerja dapat
dibuatkan diagram sebagai berikut :
Model Hubungan Produktivitas dan Lingkungan Kerja
Produktivitas
Area Sensitif
Area Pengembangan
Area
Kebutuhan
Pokok
‘Bertahan”
“Nyaman”
“Puas”
“Jenuh”
Kemungkinan
Penurunan Kinerja
Lingkungan Kerja
Makalah Mata Kuliah Pengantar Falsafah Sains
Joko Sutrisno, P.062020071 13
1. Produktivitas dan Motivasi
Menurut Teori Herzberg, ada dua faktor motivasi, yaitu:
F. MEMBANGUN ETOS KERJA KEWIRAUSAHAAN
Salah satu sumber bala yang menimbulkan bencana nasional akhir-akhir ini adalah
karena tidak dimilikinya etos kerja yang memadai bagi bangsa kita. Belajar dari negara lain,
Jerman dan Jepang yang luluh lantak di PD II. Tetapi kini, lima puluh tahun kemudian,
mereka menjadi bangsa termaju di Eropa dan Asia. Mengapa? Karena etos kerja mereka
tidak ikut hancur. Yang hancur hanya gedung-gedung, jalan, dan infrastruktur fisik.
Max Weber menyatakan intisari etos kerja orang Jerman adalah : rasional, disiplin
tinggi, kerja keras, berorientasi pada kesuksesan material, hemat dan bersahaja, tidak mengumbar
kesenangan, menabung dan investasi. Di Timur, orang Jepang menghayati “bushido” (etos para
samurai) perpaduan Shintoisme dan Zen Budhism. Inilah yang disebut oleh Jansen H. Sinamo
(1999) sebagai “karakter dasar budaya kerja bangsa Jepang”.
Ada 7 prinsip dalam bushido, ialah : (1) Gi : keputusan benar diambil dengan sikap
benar berdasarkan kebenaran, jika harus mati demi keputusan itu, matilah dengan gagah,
1. Faktor “Pendorong”
2. Faktor “Pemelihara”
Kebersihan
Pengakuan
Kreativitas
Tanggung Jawab
Lingkungan kerja
Insentif kerja
Hubungan Kerja
Keselamatan kerja
Makalah Mata Kuliah Pengantar Falsafah Sains
Joko Sutrisno, P.062020071 14
terhormat, (2) Yu : berani, ksatria, (3) Jin : murah hati, mencintai dan bersikap baik terhadap
sesama, (4) Re : bersikap santun, bertindak benar, (5) Makoto : tulus setulus-tulusnya,
sungguh-sesungguh-sungguhnya, tanpa pamrih, (6) Melyo : menjaga kehormatan martabat,
kemuliaan, dan (7) Chugo : mengabdi, loyal. Jelas bahwa kemajuan Jepang karena mereka
komit dalam penerapan bushido, konsisten, inten dan berkualitas.
Indonesia mempunyai falsafah Pancasila, tetapi gagal menjadi etos kerja bangsa kita
karena masyarakat tidak komit, tidak inten, dan tidak bersungguh-sungguh dalam
menerapkan prinsip-prinsip Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Maaf cakap
“Ketuhanan Yang Maha Esa” misalnya, sering ditampilkan sebagai “Keuangan yang maha
kuasa”. Kemanusiaan yang adil dan beradab, diterapkan menjadi “Kekuasaan menentukan apa
yang adil dan siapa yang beradab”, “Persatuan Indonesia” prakteknya menjadi “persatuan pejabat
dan konglemerat” dsb. Inilah bukti dari ramalan Ronggowarsito dan inilah zaman edan.
Dampak kondisi ini etos kerja yang berkembang adalah etos kerja asal-asalan.
Beberapa pernyataan berikut adalah gambaran ungkapan yang sering muncul ke permukaan
yang menggambarkan etos kerja asal-asalan, atau istilah Sinamo (1999) sebagai “etos kerja
edan”, ialah : (1) bekerjalah sesuai keinginan penguasa, (2) bekerja sebisanya saja, (3)
bekerja jangan sok suci, kerja adalah demi uang, (4) bekerja seadanya saja nggak usah
ngoyo, tak lari gunung dikejar, (5) bekerja harus pinter-pinter, yang penting aman, (6)
bekerja santai saja mengapa harus ngotot, (7) bekerja asal-asalan saja, wajar-wajar saja, kan
gajinya kecil, (8) bekerja semau gue, kan di sini saya yang berkuasa. Ungkapan-ungkapan
seperti tersebut di atas menggambarkan tidak adanya etos kerja yang pantas untuk
dikembangkan apalagi menghadapi persaingan global. Maka dari itu wajarlah jika bangsa ini
harus menerima pil pahit bencana nasional krisis yang berkepanjangan yang tak kunjung
usai.
Untuk mencapai kualifikasi Wirausaha Unggul maka SDM Perusahaan harus
memiliki Etos Kerja Unggul. Jansen H. Sinamo (1999) mengembangkan 8 Etos Kerja
Unggulan sebagai berikut :
1. Kerja itu suci, kerja adalah panggilanku, aku sanggup bekerja benar.
Suci berarti diabdikan, diuntukkan atau diorientasikan pada Yang Suci. Penghayatan
kerja semacam ini hanya mungkin terjadi jika seseorang merasa terpanggil. Bukan harus
dari Tuhan, tapi bisa juga dari idealisme, kebenaran, keadilan, dsb. Dengan kesadaran
Makalah Mata Kuliah Pengantar Falsafah Sains
Joko Sutrisno, P.062020071 15
bahwa kerja adalah sebuah panggilan suci, terbitlah perasaan untuk melakukannya
secara benar.
2. Kerja itu sehat, kerja adalah aktualisasiku, aku sanggup bekerja keras :
Maksudnya adalah bekerja membuat tubuh, roh dan jiwa menjadi sehat. Aktualisasi
berarti mengubah potensi menjadi kenyataan. Aktualisasi atau penggalian potensi ini
terlaksana melalui pekerjaan, karena kerja adalah pengerahan energi bio-psiko-sosial.
Akibatnya kita menjadi kuat, sehat lahir batin. Maka agar menjadi maksimal, kita akan
sanggup bekerja keras, bukan kerja asal-asalan atau setengah setengah.
3. Kerja itu rahmat, kerja adalah terimakasihku, aku sanggup bekerja tulus :
Rahmat adalah karunia yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Respon yang tepat
adalah bersyukur dan berterima kasih. Ada dua keuntungan dari bekerja sebagai rahmat,
(1) Tuhan memelihara kita, dan (2) disamping secara finansial kita mendapat upah, juga
ada kesempatan belajar, menjalin relasi sosial, dsb. Pemahaman demikian akan
mendorong orang untuk bekerja secara tulus.
4. Kerja itu amanah, kerja adalah tanggung jawabku, aku sanggup bekerja tuntas :
Melalui kerja kita menerima amanah. Sebagai pemegang amanah, kita dipercaya,
berkompeten dan wajib melaksanakannya sampai selesai. Jika terbukti mampu, akhlak
terpercaya dan tanggung jawab akan makin menguat. Di pihak lain hal ini akan menjadi
jaminan sukses pelaksanaan amanah yang akan menguklir prestasi kerja dan
penghargaan. Maka tidak ada pekerjaan yang tidak tuntas.
5. Kerja itu seni/permainan, kerja adalah kesukaanku, aku sanggup bekerja kreatif :
Apapun yang anda kerjakan pasti ada unsur keindahan, keteraturan, harmoni, artistik
seperti halnya seni. Untuk mencapai tingkat penghayatan seperti itu dibutuhkan suatu
kreativitas untuk mengembangkan dan menyelesaikan setiap masalah pekerjaan. Jadi
bekerja bukan hanya mencari uang, tetapi lebih pada mengaktualisasikan potensi kreatif
untuk mencapai kepuasan seperti halnya pekerjaan seni.
6. Kerja itu ibadah, kerja adalah pengabdianku, aku sanggup bekerja serius :
Tuhan mewajibkan manusia beribadah (dalam arti ritual) dan beribadah (dalam artian
kerja yang diabdikan pada Tuhan). Kerja merupakan lapangan konkrit melaksanakan
kebajikan seperti: untuk pembangunan bangsa, untuk kemakmuran, untuk demokrasi,
keadilan, mengatasi kemiskinan, memajukan agama, dsb. Jadi bekerja harus serius dan
Makalah Mata Kuliah Pengantar Falsafah Sains
Joko Sutrisno, P.062020071 16
sungguh-sungguh agar makna ibadah dapat teraktualisasikan secara nyata sebagai
bentuk pengabdian pada Tuhan.
7. Kerja itu mulia, kerja adalah pelayananku, aku sanggup bekerja sempurna
Secara moral kemuliaan sejati datang dari pelayanan. Orang yang melayani adalah orang
yang mulia. Pekerjaan adalah wujud pelayanan nyata bagi institusi maupun orang lain.
Kita ada untuk orang lain dan orang lain ada untuk kita. Kita tidak seperti hewan yang
hidup untuk dirinya sendiri. Manusia moral seharusnya mampu proaktif memikirkan
dan berbuat bagi orang lain dan masyarakat. Maka kuncinya ia akan sanggup bekerja
secara sempurna.
8. Kerja itu kehormatan, kerja adalah kewajibanku, aku sanggup bekerja unggul :
Sebagai kehormatan kerja memiliki lima dimensi : (1) pemberi kerja menghormati kita
karena memilih sebagai penerima kerja (2) kerja memberikan kesempatan berkarya
dengan kemampuan sendiri, (3) hasil karya yang baik memberi kita rasa hormat, (4)
pendapatan sebagai imbalan kerja memandirikan seseorang sehingga tak lagi jadi
tanggungan atau beban orang lain, (5) pendapatan bisa menanggung hidup orang lain.
Semuanya adalah kehormatan. Maka respon yang tepat adalah menjaga kehormatan itu
dengan bekerja semaksimal mungkin untuk menghasilkan mutu setinggi–tingginya.
Dengan unggul di segala bidang kita akan memenangkan persaingan.